5 Restoran Legendaris di Yogya yang Harus Anda Kunjungi

 

 

mie ayam legendaris
Apakah Anda bepergian ke Yogyakarta?
Selain mengunjungi berbagai tempat wisata dan mengamati pesona budaya mereka, Yogya juga memiliki berbagai kuliner lezat yang harus dicicipi. Berbagai spesialisasi kuliner dari Kota Gudeg bahkan populer dan dikenal luas di luar kota.
Mulai dari hangat, bakpia pathuk, hingga aneka menu makanan di angkringannya. Kesederhanaan kuliner Yogya yang legendaris justru menjadi daya tarik utama bagi para pecinta kuliner.
Tak heran, banyak yang rela antri dan mengunjungi restoran yang cukup jauh dan tersembunyi hanya untuk mencicipi masakan Yogya yang lezat. Ditambah dengan kehangatan suasana kota Yogya tentu akan menambah wisata kuliner Anda lebih berkesan.

1. Gudeg Pawon

Jogja terkenal dengan hidangan hangatnya. Makanan ini terbuat dari daging buah nangka muda yang merupakan ikon kuliner Yogya yang tidak diragukan lagi kelezatannya, bahkan membuat Yogya dijuluki Kota Gudeg.
Sudah ada sejak 1958, Gudeg Pawon adalah tempat populer dan terlaris untuk makan gudeg di Yogya. Uniknya, kita bisa mengambil hidangan gudeg dan melihat proses memasak langsung di dapur.
Proses pemasakan hangat juga dilakukan secara tradisional, sehingga cita rasa asli tetap terjaga. Meskipun hanya buka jam 10 malam, Anda harus datang dua jam lebih awal karena ini terkenal karena garis tanpa henti.

2. Oseng-oseng membantu Ny. Narti

Jika Anda penggemar makanan pedas, maka Anda harus mencicipi yang satu ini. Terletak di sisi jalan KH. Ahmad Dahlan, warung ini adalah pelopor dari kuliner legendaris oseng-oseng mercon.
Toko tenda Bu Narti telah ada sejak tahun 1998 dan menyajikan menu oseng-oseng koyor yang terdiri dari kikil, gajih, kulit, dan tulang belulang. Keistimewaan hidangan ini terletak pada lusinan cabe yang ditambahkan ke masakan, sehingga membuat rasa pedas yang kuat dengan sensasi eksplosif di mulut.
Selain sajian khas oseng mercon, warung ini juga menyediakan menu lain seperti aneka olahan unggas. Jika Anda ingin menikmati hidangan pedas yang lebih ekstrim, Anda dapat mengunjungi toko ini pada akhir pekan.

3. Klathak Satay Pak Pong

Sate kambing khas Yogya ini cukup unik. Tidak seperti sate pada umumnya, yang menggunakan bumbu kacang, sate klathak hanya dibumbui dengan garam dan merica, sehingga memiliki rasa gurih yang lezat.
Disajikan bersama dengan saus kari, potongan daging kambing ditusuk ke dalam sepeda yang terbuat dari besi. Salah satu restoran legendaris yang menyajikan Yogya khas klathak sate adalah warung Pak Pong.
Terletak di Jalan Sultan Agung Stadium, Imogiri, Bantul, warung ini telah berdiri sejak 2005. Daging kambing yang lembut dan aromanya yang harum akan menambah selera makan Anda.
Meskipun satu bagian hanya terdiri dari dua batang, tetapi potongan dagingnya besar, sehingga membuatnya penuh dalam sekejap.

4. Mie Jawa Mbah Mo

Salah satu kuliner legendaris Yogya yang patut dicoba. Warung mie Jawa Mbah Mo dijuluki sebagai mie Jawa paling enak di Yogyakarta. Meskipun bangunannya sederhana, toko ini tidak pernah sepi pengunjung.
Bahkan, banyak pelanggannya datang dari luar kota hanya untuk mencicipi mie lezat buatan Mbah Mo. Dimasak menggunakan arang dengan proses memasak tradisional, membuat rasanya lebih khas.
Selain itu, sup kental dari mie yang terbuat dari kombinasi kaldu, berbagai bumbu, dan telur bebek membuatnya terasa asin dan gurih. Meskipun berada di lokasi terpencil, yaitu di Desa Code, Bantul, ini tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk merasakan kelezatan masakan di tempat ini.

5. Mangut Lele Mbah Marto

Dalam bentuk lele yang diasap dan disajikan dengan saus kelapa kuning, mue lele Mbah Karto adalah kuliner Yogya tertua di Yogyakarta. Pemiliknya sendiri sudah mulai menjual ikan lele sejak 1945.
Rasa lele pedas dan kaya rempah membuat orang kecanduan untuk memakannya. Selain itu, proses memasaknya masih tradisional menggunakan kayu bakar, sehingga menambah rasa khas dari hidangan ini.
Warung Mbah Marto ini tidak memiliki tempat khusus untuk makan, sehingga pelanggan akan disajikan dengan sensasi menikmati lele lele langsung di dapur pemilik warung. Lokasi kios itu sendiri cukup tersembunyi dan berada di tengah-tengah desa, tepatnya di belakang Kampus Institut Kesenian Indonesia Yogyakarta.
Selain menu lele yang menggugah selera, warung Mbah Marto juga menyediakan berbagai menu lain seperti gudeg, sambal krecek, garang asem, daun oseng-oseng pepaya dan opor ayam tahu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *